Archive | August, 2008

I used to have a Rapunzel’s hair

30 Aug

I had a doubt about cutting off my hair. I always had a long long hair since I was in High School. I thought the long hair jast fit with my chubby face. But life is not as cool as you thougt if you did not take a risk. even it simple, like cutting your hair. And I think there were always a first time for everything. What do you think about my new look? is not so bad r8?? hehhehe But I still miss my long hair. hxhxhxhx 😦

Advertisements

NEXT CHECK POINT : Museum Bank Indonesia

30 Aug

Kemudian berlanjutlah perjalanan saya dan geng ke kota tua. Rencananya kami akan mengunjungi dua museum lagi yaitu museum fatahillah dan wayang. Tetapi dalam perjalanan menuju sana, terlihatlah sebuah bangunan putih warisan belanda, klasik sekali. Dengan rasa penasaran kami berjalan menuju pintu utama, dan ternyata itu adalah museum.. Yang terlintas dibenak saya : Waaaah ini mah kaya Spore Sci Center, rapi dan mendidik sekali, dan yang palin utama adalah boloh menggunakan kamera. Huuuhuuuy..

Museum itu didirikan di bekas gedung pusat BI atau De Javasche Bank yang terletak di bilangan Jakarta Kota. Gedung tempat museum itu berdiri mempunyai nilai sejarah tinggi yang terancam kerusakan apabila tidak dimanfaatkan dan dilestarikan. Pemerintah telah menetapkan bangunan tersebut sebagai bangunan cagar budaya (museumkita.net).

Pertama masuk, kita dihadapkan dengan peta wilayah nusantara yang begitu futuristik dan megah. Dan kami memutuskan itu merupakan spot berfoto paling happening pada pemberhentian kali ini..hehhehehe

Di sana diperlihatkan transformasi lambang Bank Indonesia dari tahun ke tahun. Sejarah krisis moneter di Indonesia sampai dengan lelucon-lelucon mengenai masyarakat sekarang yang mata duitan. Di sana ada suatu ruangan khusus yang berisi cetakan uang kertas dan receh dari zaman kompeni dulu. Ternyata dulu ukuran uangnya besar sekali, ga kebayang deh orang tua dulu dompetnya segede apa..hehhehe Ada juga uang dengan cetakan khusus pada zaman orde baru dulu dengan muka pak harto di pecahan Rp. 50.000. Dengan mengunjungi museum ini, saya jadi yakin kalau bangsa kita mampu berbuat baik dalam mendidik anak cucu nanti..hehhehehhe

 

Marii menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia..

30 Aug

Memang sudah direncanakan sejak lama atau sejak jutaan tahun yang lalu, saya ingin berkunjung ke museum-museum yang ada di Jakarta.. Awalnya hanya untuk menghabiskan masa pengangguran saya dengan berjalan-jalan berguna, tapi ternyataseru juga ya jalan-jalan liat keindahan Indonesia..Jadi inget kalau jalan-jalan ke luar negri pasti menyempatkan diri ke museum atau tempat-tempat bersejarah lainnya, masa punya negri sendiri aja belum pernah..hehehheehe Well, lets the journey began..

Saya berangkat dengan burung biru dari Slipi dengan pacar saya, si Alfan menuju Kuningan.  Di sana kami akan bertemu dengan anggota geng LULA lainnya, gaby dan tyas..Pertama saya masuk kawasan Kuningan..Saya sedikit terpukau, maklum jarang melewati daerah tersebut..Yang saya pikirkan, wah bagus juga jalannya, kalau semua Jakarta dibuat jalan seperti ini sih pasti pada mau jalan kaki..

 

Setelah bertemu dengan kedua teman kami, kami bergegas menuju terminal BUSWAY KUNINGAN..it was my first busway trip..hehhehe kinda retard right?? Hehhehe kami berjalan dari apartment Aston menuju terminal..Keringat dan suit2an pekerja “Bakrie Centre” menemani kami selama perjalanan menuju terminal..Sangat terasa aura menyambut hari kemerdekaan di sana, bendera dan umbul-umbul merah putih terpasang di sepanjang jalanan.

Sampai di Terminal Busway Kuningan

Cukup dengan Rp. 3500 per orang, kami dapat menikmati ac dan rem mendadak serta sedikit genjotan di dalam BUSWAY..hehehhe..Kami transit di Dukuh Atas untuk berganti bus, dan kemudian berhenti di terminal Monumen Nasional..

Perhentian Pertama 13.15 pm

MUSEUM NASIONAL  a.k.a MUSEUM GAJAH  a.k.a LULA’S GANK FIRST CHECK POINT

Waaaah..sudah jam segini, maklum konon menurut informasi dari FLYER STARBUCKS, museum ini bakal tutup jam 13.30 pada hari Sabtu..Oooooohh tiiidaaaak..hanya beberapa menit lagi menjelang penutupan pintu..hehhehe tapi kami tak ambil pusin, dan langsung tancap menuju loket pembelian tiket.. Tiketnya Cuma Rp. 750 perak, saya sampe terbengong-bengong melihat harganya yang sedemikian nanggung.. Kemudian saya dikagetkan oleh pengumuman kedua..

No CAMERA PLEASE..

WHAAAAT…WHAAATT..yeee percuma atuh kalo ke museum ga boleh foto-foto. Mana kita sudah lengkap dengan peralatan bergaya + kamera NIKON profesional hehhee..Yaaah apa mau dikata, bapak-bapak penjaga sudah memproklamirkan kata-katanya..

Museum Nasional yang dikenal juga sebagai Museum Gajah adalah satu yang tertua di Asia dan terbesar di Indonesia. Sejak abad ke 18, Museum Nasional telah melestarikan warisan kebudayaan Indonesia. Kini dengan lebih dari 141.000 koleksi dari seluruh Nusantara dan negara-negara tetangga, Museum Nasional menjadi saksi sejarah dan keindahan seni budaya Bangsa. (Starbucks Coffe Museum Campaign)

Kami berjalan menuju pintu tengah, banyak patung, stupa dan potongan kepala-kepala dari candi di seluruh Indonesia. Saya langsung berpikir, pantes aja Stupa Candi Borobudur pada ilang, disini toh, kirain dijualin..Hehhehehe.. Kemudian kami melihat-lihat ke ruangan berikutnya, terdapat berbagai kain adat Indonesia, Ulos Batak, Batik karya R.A Kartini, dan banyak lagi. Ada juga miniatur guci-guci yang kononnya dikirim dari negeri seberang. Terdapat pula miniatur rumah-rumah adat seluruh suku di Indonesia. Wah ini toh yang dulu Cuma bisa kita liat di poster pelajaran IPS pas SD..hehhehe Yaah 15 menit ternyata tidak cukup untuk melihat dan memahami seluruh karya anak bangsa.. Ini sedikit tips untuk berkunjung ke museum nasional ala pegawai negeri:

Jam Buka:

Selasa – Kamis & Minggu                                    08.30 – 14.30

Jumat                                                                    08.30 – 11.30

Sabtu                                                                    08.30 – 11.30

Senin & Hari Libur Nasional                                 tutup